Setting Dynamic Routing Cisco 2500 Series (mod3-4)

on Selasa, 21 Oktober 2008

Konfigurasi Routing Dinamis sebenarnya telah jelas dibahas dalam File Tutor di Boson CCNA 6.0 yang digunakan dalam Praktikum sebagai simulator router lab.
sengaja saya cuma bahas tentang sedikit konsep atau algoritma yang di pakai pada tiap-tiap protokol dynamic routing, yang sebelumnya harus dipahami oleh admin_user sebelum masuk pada tahap konfigurasi routing.. :D 

Protokol Routing
Pada layer internet TCP/IP, router dapat menggunakan protokol routing untuk membentuk routing melalui suatu algoritma yang meliputi:

  • RIP – menggunakan protokol routing interior dengan algoritma distance vector
  • IGRP – menggunakan protokol routing interior dengan algoritma Cisco distance vector (Merupakan Protokol Ciptaan Perusahaan Cisco yang terkenal stabil pada perangkat routernya)
  • OSPF – menggunakan protokol routing interior dengan algoritma link-state
  • EIGRP – menggunakan protokol routing interior dengan algoritma advanced Cisco distance vector (Penyempurnaan Protokol IGRP)
  • BGP – menggunakan protokol routing eksterior dengan algoritma distance vector


Dasar RIP diterangkan dalam RFC 1058, dengan karakteristik sebagai berikut:
  • Routing protokol distance vector
  • Metric berdasarkan jumlah lompatan (hop count) untuk pemilihan jalur
  • Jika hop count lebih dari 15, paket dibuang
  • Update routing dilakukan secara broadcast setiap 30 detik

IGRP adalah protokol routing yang dibangun oleh Cisco, dengan karakteristik sebagai berikut:
  • Protokol routing distance vector
  • Menggunakan composite metric yang terdiri atas bandwidth, load, delay dan reliability
  • Update routing dilakukan secara broadcast setiap 90 detik

OSPF menggunakan protokol routing link-state, dengan karakteristik sebagai berikut:
  • Protokol routing link-state
  • Merupakan open standard protokol routing yang dijelaskan di RFC 2328
  • Menggunakan algoritma SPF untuk menghitung cost terendah
  • Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan

EIGRP menggunakan protokol routing enhanced distance vector, dengan karakteristik sebagai berikut:
  • Menggunakan protokol routing enhanced distance vector
  • Menggunakan cost load balancing yang tidak sama
  • Menggunakan algoritma kombinasi antara distance vector dan link-state
  • Menggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL) untuk menghitung jalur terpendek

Border Gateway Protocol (BGP) merupakan routing protokol eksterior, dengan karakteristik sebagai berikut:
  • Menggunakan routing protokol distance vector
  • Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client
  • Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system

dah biar nggak panjang lebar dan lebih efisien, tutorial lengkapnya dlm konsep dan teknis silahkan unduh saja.
Reference tentang konsep lengkap Oleh Bpk. Amang (Dosen PENS-ITS) dapat di Lihat Disini.

0 komentar: